Citra Garden 3 Blok B 27
Kalideres, Jakarta Barat - 11830
  (021) 29405097 / (021) 29405098
  (021) 54360841

Tahun Hikmat 2019 - Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat

Artikel

Berdoa Dengan Tak Jemu-jemu

Berdoa adalah hal yang tidak asing bagi kita dan Yesus mengajar para murid-Nya untuk berdoa dengan cara yang benar. Yesus adalah Guru doa. Yesus mengerti benar apa itu doa dan bagaimana harus berdoa secara baik dan benar. Karena Dia adalah seorang Pendoa. Bagi Yesus, doa adalah nafas kehidupan-Nya. Tidak berdoa berarti kehilangan nafas alias mati. Oleh karenanya, doa bagi-Nya bukan sambilan, mengisi waktu kosong atau kalau sempat. Bukan! Doa merupakan dasar untuk menghayati kehidupan.

Bagaimana berdoa menurut Yesus? Pertama, Katakanlah kepada Bapa. Berbicaralah kepada Bapa seperti seorang anak kepada bapaknya yang tahu segala keperluan anaknya dengan baik. Dia tahu apa yang kita perlukan, tetapi apakah kita membiarkan Dia bekerja dalam hidup kita sehari-hari? Karenanya, orang lain bisa mengalami kehadiran Bapa melalui apa yang kita buat.

Kedua, usahakanlah berdoa terus-menerus tanpa mengenal putus asa. Jika kita sering bertemu dengan seseorang, kita akan mengenal dia lebih dalam meskipun pertemuan itu hanya sebentar, mungkin juga hanya sekadarnya. Kebiasaan itu akan membuat kita makin mengerti dan memahami bagaimana dan apa yang dikehendaki oleh orang yang kita jumpai karena kita menjadi tahu akan kehidupannya.  Jika seseorang itu adalah Bapa yang terus kita jumpai dalam doa, apakah yang akan terjadi? Bukankah kita akan lebih mengenal apa yang dikehendaki Bapa? Yang dikehendaki Bapa, juga kita kehendaki.

Ketiga, kita perlu yakin terhadap kebaikan dan kerahiman Bapa. "Jika kamu yang jahat tahu apa yang baik untuk anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga..."

Akan tetapi apa yang baik menurut Bapa, adalah yang terburuk bagi manusia. Di sinilah letak persoalannya. Seorang ibu yang mempunyai anak satu-satunya setelah 20 tahun pernikahan dan sekarang anaknya itu terbaring sakit kritis di rumah sakit, bagaimana dia berdoa? Bukankah dia akan mati-matian mendoakan agar anaknya sembuh? Jika Tuhan justru memanggil anak itu, apakah ibu itu bisa memandang peristiwa itu sebagai hal yang baik?

Kebaikan Tuhan memang melampaui batas pemikiran manusia. Karena itu Yesus menunjukkan apa yang perlu diminta dan dicari oleh manusia. Janganlah mencari keinginan sendiri atau kebaikan versi kita sendiri. Kita perlu mencari Roh Kudus. Bapa akan memberikannya kepada kita, anak-anak-Nya ini. Roh Kudus akan memberikan kekuatan dan penerangan dalam hidup kita sehingga kita sanggup melewati setiap peristiwa, entah sesuai dengan keinginan kita dalam doa atau tidak. Bukankah itu akan membuat kita bahagia karena bisa menikmati apapun yang terjadi dalam hidup kita?

Berdoa itu bukan mendikte atau memaksa Tuhan agar kemauan atau kehendak kitalah yang terlaksana. Doa yang baik adalah doa yang penuh kepasrahan, biarlah kehendak Tuhan yang terjadi. Sta. Teresia dari Kanak-Kanak Yesus pernah memberi teladan dalam doanya demikian, "O, Allahku, aku ingin melaksanakan kehendak-Mu sepenuhnya dan mencapai kemuliaan yang sudah Kausiapkan bagiku, yaitu kerajaan-Mu. Singkatnya, aku mau menjadi kudus, namun aku merasa ketidaksempurnaanku dan aku mohon kepada-Mu, O, Allahku agar Engkau sendiri sudi menjadi kekudusanku." ( Pastor Alya Denny Haloho, OMI, Pastor Rekan Gereja Santa Maria Imakulata, Paroki Kalideres )

 

Artikel Terbaru

Salah satu dongeng tentang pemain piano Ignace Paderewski adalah sebagai berikut: seorang ibu yang ingin mendorong puteranya agar bisa mahir be...
Dalam memeriahkan HUT Ke-4 Paroki Kalideres  dan HUT Ke-74 Republik Indonesia, Sie Kepemudaan Paroki Kalideres mengadakan SMI Cup dengan Tema ...
Bulan Agustus adalah bulan yang spesial bagi Paroki Kalideres karena bertepatan dengan 2 perayaan besar sekaligus, selain memperingati HUT Keme...
"Tumbuh bersama dalam Kristus,"  inilah tema yang diangkat dalam perayaan ulang tahun Persekutuan Doa Pembaruan Karismatik Katolik Santa Maria...
©2019 Gereja Santa Maria Imakulata.