Citra Garden 3 Blok B 27
Kalideres, Jakarta Barat - 11830
  (021) 29405097 / (021) 29405098
  (021) 54360841

Tahun Hikmat 2019 - Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat

Artikel

Ibadat Tobat dan Absolusi Umum

Penerimaan Sakramen Tobat secara pribadi dihadapan Imam merupakan perwujudan dari tobat. Dengan menerima Sakramen Tobat, orang berdosa kembali menjalin ikatan yang baik dengan Allah dan sesama warga Gereja. Selain itu, menerima Sakramen Tobat dihadapan Imam adalah merupakan salah satu kebiasaan atau tradisi sebagai orang Katolik. 

Dalam kondisi khusus ( extraordinaria  ) seperti di tengah bahaya Pandemi Virus Covid-19  saat ini, penerimaan Sakramen Tobat secara normal tidak memungkinkan dilakukan semua umat  untuk satu persatu mengakukan dosanya kepada Imam, tetapi dapat mendapatkan Absolusi umum. Absolusi umum seperti yang tercantum dalam Hukum Kanon 961 memberikan pengecualian dengan menyatakan bahwa absolusi umum dapat diberikan kepada banyak peniten secara bersama-sama, tanpa didahului pengakuan pribadi, yakni ketika:

·               Ada bahaya mati mengancam dan tiada waktu bagi imam atau para imam untuk mendengarkan pengakuan setiap peniten.

·       Ada kebutuhan berat, yakni menilik jumlah peniten tidak dapat tersedia cukup bapa pengakuan untuk mendengarkan pengakuan masing-masing dengan semestinya dalam waktu yang layak, sehingga peniten tanpa kesalahannya sendiri akan terpaksa lama tidak dapat menikmati rahmat sakramental atau komuni suci

·               Penilaian apakah terpenuhi persyaratan yang dituntut untuk pemberian absolusi umum ada pada Uskup diosesan yang dapat menentukan kasus “kebutuhan berat”.

Mengacu pada ketentuan kanon 961 §1.2, dalam kondisi bahaya penularan virus corona, menjadi jelas adanya kebutuhan berat untuk memberikan absolusi umum kepada umat beriman. Namun absolusi umum hanya dapat diberikan sejauh tuntutan kanon 962 terpenuhi yaitu:

  • Ada penyesalan atas semua dosa sehingga masing-masing berdisposisi atau memiliki kondisi batin yang layak/pantas. Untuk itu para peniten harus secara personal membangun semangat tobat yang sejati, yaitu memperbaiki diri dengan tidak mengulangi perbuatan dosanya.
  • Berniat untuk sesegera mungkin mengakukan dosa-dosa berat satu per satu pada saatnya yang tepat setelahnya. Artinya, setelah waktunya memungkinkan peniten harus mengakukan langsung kepada Imam dosa-dosa berat yang telah disesalinya (kan. 963). Namun kegagalan dalam hal ini tidak membatalkan absolusi yang sudah diterimanya.

Jadwal Live Streaming Ibadat Tobat & Absolusi Umum

-          Keuskupan Agung Jakarta : Selasa, 22 Desember 2020 Pukul 19.30 WIB

-          Paroki Kalideres                  : Kamis, 24 Desember 2020 Pukul 10.00 WIB

Disiarkan secara Live Streaming melalui Channel Youtube : Paroki_Kalideres

 

Dikutip dari : Berbagai sumber tentang Absolusi Umum sesuai Kitab Hukum Kanonik

Artikel Terbaru

Penorehan abu di dahi dengan bentuk tanda salib merupakan tradisi dalam Gereja Katolik pada saat memperingati perayaan Rabu Abu yang merupakan ...
Setelah selama lima tahun merenungkan, melaksanakan dan menghayati nilai-nilai Pancasila, tahun 2021 dinobatkan oleh KAJ sebagai Tahun Refleksi d...
Seiring dengan himbauan pemerintah tentang pembatasan kegiatan pada libur Natal dan Tahun Baru, Gereja-Gereja dalam himpunan PGI dan KWI merayakan ...
Penerimaan Sakramen Tobat secara pribadi dihadapan Imam merupakan perwujudan dari tobat. Dengan menerima Sakramen Tobat, orang berdosa kembali ...
©2021 Gereja Santa Maria Imakulata.