Citra Garden 3 Blok B 27
Kalideres, Jakarta Barat - 11830
  (021) 29405097 / (021) 29405098
  (021) 54360841

Tahun Hikmat 2019 - Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat

Novena Kerahiman Ilahi

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

 

 

Kerahiman Ilahi adalah sebuah devosi Katolik kepada cinta belas kasihan Allah dan keinginan untuk membiarkan cinta dan rahmat tersebut mengalir melalui hati seseorang terhadap orang-orang yang membutuhkan hal itu. Devosi ini terkait dengan penampakan Yesus yang diterima Santa Maria Faustina Kowalska (1905–1938), yang dikenal sebagai Rasul Kerahiman Ilahi.

Faustina Kowalska melaporkan sejumlah penampakan, visi, dan percakapan dengan Yesus yang ditulisnya dalam buku hariannya, yang kemudian diterbitkan sebagai buku Diary: Divine Mercy in My Soul (terjemahan: Buku Harian: Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku). Tiga tema utama devosi ini adalah untuk meminta dan mendapatkan kerahiman Allah, untuk percaya kepada rahmat Kristus yang berlimpah, dan akhirnya untuk menunjukkan kerahiman kepada sesama dan bertindak sebagi saluran untuk kemurahan Allah terhadap mereka.

Pengabdian menekankan pada penghormatan gambar Kerahiman Ilahi yang dilaporkan Faustina sebagai penampakan Yesus ketika ia sedang berada di selnya di biara. Gambar ini ditampilkan dan dihormati oleh umat Katolik sendiri, dan secara kudus dan khusus diberkati pada Minggu Kerahiman Ilahi. Devosi ini meliputi doa khusus seperti Koronka Kerahiman Ilahi.

 

Fokus utama dari Devosi Kerahiman Ilahi adalah cinta belas kasihan Allah dan keinginan untuk membiarkan cinta dan rahmat tersebut mengalir melalui hati seseorang terhadap orang-orang yang membutuhkan hal itu. Saat ia mendedikasikan Basilika Kerahiman Ilahi, Paus Yohanes Paulus II menyebutkan, "Terlepas dari kerahiman Allah, tidak ada sumber pengharapan lain untuk umat manusia."

Seperti dalam doa yang membentuk Koronka Kerahiman Ilahi, terdapat tiga hal utama dalam Devosi Kerahiman Ilahi: untuk meminta dan mendapatkan kerahiman Allah, untuk percaya kepada rahmat Kristus yang berlimpah, dan akhirnya untuk menunjukkan kerahiman kepada sesama dan bertindak sebagi saluran untuk kemurahan Allah terhadap mereka.

Unsur pertama dan kedua berhubungan dengan keterangan "Yesus, aku percaya kepada-Mu" pada gambar Kerahiman Ilahi dan Faustina menyatakan bahwa pada 28 April 1935, hari pertama Minggu Kerahiman Ilahi dirayakan, Yesus memberi tahunya, "Setiap jiwa yang percaya dan mempercayakan diri kepada Kerahiman-Ku akan mendapatkannya."

Unsur ketiga tercermin dalam pernyataan "Serukan Kerahimanku demi para pendosa" terkait dengan Yesus pada buku harian Faustina (Buku Catatan I, hal 186–187). Pernyataan ini diikuti di dalam buku harian dengan sebuah doa spesifik singkat: "Ya Darah dan Air, yang telah memancar dari Hati Yesus sebagai sumber kerahiman bagi kami, aku percaya kepada-Mu." yang turut disarankan Faustina untuk Jam Kerahiman Ilahi. Pada buku hariannya (Buku Catatan II, hal 742) Faustina menulis bahwa Yesus memberitahunya, "Aku menuntut darimu perbuatan belas kasih, yang timbul karena cinta bagi-Ku." dan ia menjelaskan bahwa terdapat tiga cara melakukan belas kasih kepada sesama: pertama dengan perbuatan, kedua dengan ucapan, ketiga dengan doa.

Devosi Kerahiman Ilahi memandang kerahiman dan belas kasih sebagai elemen kunci dari rencana Allah untuk menyelamatkan dan menekankan keyakinan bahwa melalui kerahimanlah Allah memberi Putra-Nya yang tunggal untuk penebusan umat manusia, setelah kejatuhan Adam.  ( dikutip dari KKI ST. Faustina Keuskupan Agung Jakarta./ Refleksi Kongres Kerahiman Ilahi.)

 

 

©2020 Gereja Santa Maria Imakulata.