Citra Garden 3 Blok B 27
Kalideres, Jakarta Barat - 11830
  (021) 29405097 / (021) 29405098
  (021) 54360841

Tahun Hikmat 2019 - Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat

Pemberkatan Sumur Suci

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Sering kali kita melihat umat yang meminta kepada Romo untuk mendoakan atau memberkati barang-barang rohaninya; seperti Salib, Rosario, patung Bunda Maria dan lain sebagainya. Seringkali juga muncul pertanyaan bagaimana tata cara atau aturannya ketika barang-barang tersebut rusak, pecah  atau tidak layak lagi untuk dipakai ? karena barang rohani yang telah diberkati oleh Romo tidak boleh dibuang sembarangan.

 

Pada hari Minggu tanggal 26 Januari 2020 setelah misa Jam 7.00 Romo Bono meresmikan dan memberkati Sumur Suci ( Sakrarium ). Sumur suci ini terletak di sisi sebelah kiri Goa Maria atau di belakang Kapel Maria Bunda Penolong Abadi.  Sakrarium yang berdiameter 100 cm dan kedalamannya 200 cm ini merupakan tempat pembuangan benda-benda rohani yang telah rusak, pecah atau tidak terpakai lagi.

Benda-benda religius yang sudah diberkati tadi, dapat rusak karena pemakaian atau usia.  Ketentuan dasar dalam memusnahkan barang-barang ini adalah dengan membakar atau menguburkannya.  Pada tahun 1800-an, Kongregasi untuk Upacara dan Kongregasi Ibadat Kudus  (sekarang Kongregasi Ibadat dan Tata Tertib Sakramen, dan Kongregasi Ajaran Iman) menerbitkan ketentuan mengenai masalah ini.  Beberapa di antaranya adalah:  suatu piala yang menjadi  “tak layak pakai”  tidak diperkenankan dijual, melainkan harus dipergunakan untuk tujuan kudus lainnya atau dilebur.  Busana-busana suci, kain-kain altar hendaknya dimusnahkan.  Air suci yang tercemar atau berlebih hendaknya disiramkan ke tanah.  Daun-daun palma hendaknya dibakar dan abunya dipergunakan untuk perayaan Rabu Abu atau ditanam di tanah.  Rosario atau patung religius yang rusak umumnya dikuburkan.  Secara keseluruhan gagasan pokoknya adalah:  apa yang telah dipersembahkan kepada Tuhan hendaknya dikembalikan kepada Tuhan.  Tak seorang pun diperkenankan  “membuang” begitu saja apa yang telah dikhususkan bagi Tuhan.

Bagi umat yang ingin membawa benda rohaninya yang telah rusak atau pecah dapat menyerahkan ke Sekretariat Gereja Santa Maria Imakulata ( pada saat jam kerja Sekretariat ) untuk nantinya akan dikumpulkan, dan dilakukan prosesi oleh petugas liturgi sebelum dihancurkan dan dimasukkan ke dalam Sumur Suci atau Sakrarium ( dikutip : dari beberapa sumber )

©2020 Gereja Santa Maria Imakulata.