Citra Garden 3 Blok B 27
Kalideres, Jakarta Barat - 11830
  (021) 29405097 / (021) 29405098
  (021) 54360841

Tahun Hikmat 2019 - Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat

Misa Rabu Abu; Ungkapan tobat lebih dari sekedar tanda

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Penorehan abu di dahi dengan bentuk tanda salib merupakan tradisi dalam Gereja Katolik pada saat memperingati perayaan Rabu Abu yang merupakan awal dari Masa Prapaskah. Abu menjadi lambang pertobatan, kesedihan dan penyesalan sekaligus mengingatkan kita  bahwa manusia adalah mahluk fana dan rapuh yang mudah jatuh ke dalam dosa. Dalam masa extraordinaria seperti sekarang ini, demi keamanan bersama Keuskupan Agung Jakarta menetapkan untuk prosesi penorehan abu di dahi saat Rabu Abu diganti dengan cara ditabur di atas kepala.

Namun demikian perubahan dalam cara penerimaan abu tersebut tidak mengurangi esensi dari makna dan tujuan dari Rabu Abu itu sendiri yakni sungguh-sungguh ingin bertobat dan komitmen untuk memperbaharui diri.  Dalam homilinya saat Misa Rabu Abu offline yang diadakan pada tanggal 17 Februari 2020 Pukul 18.00 WIB Romo Denny menegaskan, bahwa Pemberian abu dan berpantang atau berpuasa merupakan tanda lahiriah dari ungkapan pertobatan, namun yang menjadi pokok dan yang terpenting adalah kemauan dari dalam diri untuk mau bertobat dan niat memperbaharui diri, bukan ritualnya.

Seiring dengan Tema Pastoral KAJ tahun ini sebagai Tahun Refleksi, dalam Masa Prapaskah ini kita semua diajak untuk merenungkan, bercermin dan terus menerus memperbaharui diri baik secara pribadi, dalam keluarga maupun di dalam komunitas. Sehingga pada Masa Prapaskah ini tidak hanya berdampak terhadap diri sendiri tetapi juga berdampak bagi sesama dan orang yang ada di sekitar kita sesuai dengan arah dan tujuan untuk semakin mengasihi, semakin terlibat dan semakin menjadi berkat.

Selamat memasuki Masa Prapasakah, Masa Retret Agung untuk merenungkan kembali segala kelemahan dan dosa-dosa kita dan menemukan kembali Sumber Kekuatan dan Rahmat Allah…  

 

Fotografer : Andrea Mylla

 

©2021 Gereja Santa Maria Imakulata.