Citra Garden 3 Blok B 27
Kalideres, Jakarta Barat - 11830
  (021) 29405097 / (021) 29405098
  (021) 54360841

Tahun Hikmat 2019 - Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat

Menjadi Yang Terakhir dan Pelayan Dari Semuanya

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Ketika saya ingin menjadi imam, hal yang saya bayangkan pada waktu itu adalah berdiri di depan umat, memimpin Ekaristi dengan pakaian khusus. Saya menjadi pusat perhatian di dalam Gereja. Saya membayangkan betapa hebatnya diri saya bisa tampil seperti itu. Setelah saya menjalani pendidikan untuk menjadi imam, saya baru sadar bahwa apa yang dulu saya bayangkan itu keliru. Menjadi seorang imam adalah menjadi pelayan umat. Meskipun imam berada di depan dan berbicara kepada banyak orang, dia melakukan semua itu dalam rangka melayani kebutuhan umat akan Sabda Tuhan. Dia tidak bisa melakukan tugasnya sebagai imam untuk kebanggaannya sendiri atau kepuasannya sendiri.

 

Di dalam Gereja kita ada banyak peran-peran yang dijalankan oleh setiap orang. Kita ingin agar semua orang ikut terlibat dalam berbagai seksi maupun kegiatan yang ada di Paroki  dan Lingkungan kita. Semakin banyak orang yang telibat, dinamika Gereja menjadi semakin hidup. Sebagai Paroki, kita juga akan mampu menampakkan kehidupan persaudaraan kita. Namun tidak jarang juga terjadi perbenturan di antara kita, baik umat maupun para aktivis. Tidak jarang masing-masing mempertahankan pendapatnya atau wewenangnya dengan agak kaku. Masing-masing ingin agar “eksistensi” nya diakui dan dihargai oleh yang lain. Masing-masing ingin agar kontribusinya atau jasanya tidak dianggap angin lalu. Kadang muncul komentar, “Sudah pelayanan, tanpa diupah, kok masih dikritik/dipersulit!”. Tidak jarang sampai ada yang patah arang dan mogok.

 

Dalam Injil Markus 9:30-37 mengisahkan teguran Yesus kepada para murid yang berdebat tentang siapa yang terbesar atau paling hebat di antara mereka. Kata-kata Yesus sangat tajam dan final. “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya”.  Yesus mau menegaskan bahwa mementingkan orang lain akan membuat pengikut Yesus menjadi orang besar. Seluruh perjuangan hidup Yesus tidak pernah diarahkan untuk keuntunganNya sendiri, tetapi demi keselamatan umat manusia. Bahkan Yesus rela menyerahkan nyawaNya demi manusia. Itulah yang  akhirnya membuat Dia mengalami kebangkitan. Sebagai seorang murid Yesus, apakahkita melayani dengan tulus? Siapkah kita kalau pelayanan kita tidak mendapat pujian? Bersediakan kita dibentuk oleh Yesus dengan cara Yesus dan bukan dengan cara kita sendiri? ( Penulis:  Romo Antonius Andri Atmaka, OMI )

©2020 Gereja Santa Maria Imakulata.