Citra Garden 3 Blok B 27
Kalideres, Jakarta Barat - 11830
  (021) 29405097 / (021) 29405098
  (021) 54360841

Tahun Hikmat 2019 - Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat

Bersaudara adalah Ukuran Kita Beriman

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Ada satu kata yang sering menjadi sumber kesulitan, yaitu “saya”.  Jika pikiran dan kehendak  berputar sekitar “saya”, maka masalah akan muncul:  saya tersinggung, saya sakit hati, saya tidak terima, saya sibuk, saya punya urusan sendiri.  Dunia yang berputar di sekitar “saya” tidak menarik. Kita justru sering kecewa karena tidak semua yang “saya” harapkan bisa terpenuhi.  Apakah itu berarti kita tidak boleh mempunyai harapan?  Tentu boleh, namun tidak semua hal bisa terjadi seperti yang “saya” harapkan.

Sementara ada kata yang membuat kita bahagia, yaitu “kita”.  Kita bahagia kalau bersama orang lain. Bayangkanlah kalau kita pesta sendirian, joget sendirian, bernyanyi sendirian.  Apa asyiknya?  Bahkan untuk menikmati sukacita pun kita perlu orang lain.  Maka kita diminta untuk memindahkan pusat hidup dari “saya” kepada “kita”.  Artinya, kita harus mulai untuk melibatkan orang lain dalam pikiran, hati, dan hidup kita.

Alihkan “rencana saya”, menjadi “rencana kita”.  Dari “yang saya inginkan” menjadi “yang kita inginkan bersama”.  Jika demikian, bahkan ketika terjadi persoalan, maka persoalan itu menjadi persoalan bersama.  Kita tidak menghadapinya sendirian.  Kita mulai melibatkan orang lain sejak dari perencanaan.  Itulah sebetulnya inti dari “bersaudara”.  Kita berbagi rencana, berbagi harapan, berbagi hidup bersama orang lain.  Jika kita mengubah orientasi hidup dari “saya” ke “kita”, maka kita akan menemukan sukacita dan kedamaian.

Pada awal Tahun Keadilan ini, marilah kita belajar untuk hidup bersaudara.  Kita berbagi harapan, rencana dan talenta bersama orang lain.  Kita berbelarasa dengan saudara-saudari kita.  Berbagi rasa, harapan, waktu, dan talenta membuat hidup kita lebih bermakna.

Namun untuk bisa berbelarasa, kita perlu belajar menyangkal diri, mengutamakan kebaikan dan kedamaian bersama.  Kita mengurangi ego kita dan mengedepankan kepentingan bersama.  Tuhan Yesus sendiri meminta kepada kita semua, “Barangsiapa ingin menjadi muridKu, ia harus menyangkal diri, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku.”  Dengan mengubah pusat hidup dari “saya” ke “kita”, maka kita semua menjadi murid Kristus.  Mari kita mulai perjalanan dari “saya” menuju “kita”.  Dari hidup sendiri menjadi hidup bersaudara.  (Romo Antonius Rajabana, OMI, Pastor Kepala Paroki Sta. Maria Imakulata, Kalideres)

©2020 Gereja Santa Maria Imakulata.