Citra Garden 3 Blok B 27
Kalideres, Jakarta Barat - 11830
  (021) 29405097 / (021) 29405098
  (021) 54360841

Tahun Hikmat 2019 - Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat

Arti Pertobatan

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Dalam Injil Matius  4:13-15 dikatakan bahwa Yesus meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali. Matius sendiri menambahkan bahwa semua ini terjadi agar terpenuhi yang disampaikan dalam Yesaya 8:23-9:1, yakni bangsa-bangsa yang diam di wilayah kegelapan kini telah melihat terang yang besar. Negeri-negeri dan orang-orang yang dulu biasanya dianggap tidak masuk hitungan kini telah memperoleh terang. Dan terang itu ialah kedatangan Yesus di antara mereka.

Menghadapi kenyataan datangnya terang ini, apa reaksi orang-orang? Menurut Matius 4:17 Yesus sendiri menyerukan, "Bertobatlah...!" Ada ajakan untuk meninjau kembali cara kerja dan pandangan hidup yang nyata-nyata dijalani. Jadi, seruan itu  dimaksudkan untuk membuka pikiran dan hati banyak orang. Yang ditawarkan adalah "Kerajaan Surga" yang sudah dekat, yakni terang yang datang dari Atas sana dan yang kini sudah ada di sini. Praktisnya, orang diajak melihat kehidupan ini dalam terang sinar wajah Tuhan yang telah dipalingkan kepada manusia dalam diri Yesus, termasuk juga melihat kehidupan yang masih penuh luka. Karya Yesus menyembuhkan orang, mengusir roh jahat, menghibur orang yang berkesusahan, mengajarkan jalan kebenaran menunjukkan bahwa manusia tidak dibiarkan sendirian.

Permenungan bagi kita adalah apakah kita sudah sungguh-sungguh menghayati bahwa kita berada dalam kondisi seperti wilayah Zebulon dan Naftali - yaitu berada dalam Terang Kristus? Apakah kita juga sudah mensyukuri situasi ini? Atau jangan-jangan kita tidak sadar bahwa kita ada dalam Terang, tidak sadar bahwa kita masuk dalam area rahmat Allah tersebut? Matius ingin supaya kita menyadari situasi itu dan ikut menanggapi Terang Kristus dengan tanggapan yang sepadan.

Tanggapan yang diharapkan oleh Kristus adalah pertobatan. Pertobatan bukan sekadar perubahan hidup dari tidak percaya menjadi percaya kepada Kristus, pertobatan juga menyangkut perjuangan untuk mengarahkan kembali hidup kepada Allah melalui Yesus Kristus. Pertobatan adalah perjuangan menjaga karakter dan kualitas hidup kita sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus.  (Romo A. Denny Haloho, OMI, Pastor Rekan, Gereja St. Maria Imakulata, Paroki Kalideres)

©2020 Gereja Santa Maria Imakulata.